Buat Kejutan, IM Azarya Jodi Setyaki Taklukkan GM Igor Miladinovic di 31st Abu Dhabi International Chess Festival

ekodjat
21 Aug 2025 09:23
Catur 0 59
2 minutes reading

ARENAKITA.ID / JAKARTA – Pecatur muda Indonesia IM Azarya Jodi Setyaki (2331) kembali membuat kejutan. Di babak keenam 31st Abu Dhabi International Chess Festival, yang berlangsung di Hotel St. Regis, Abu Dhani, UEA, Rabu (20/8), untuk kedua kalinya Jodi menaklukkan seorang Grandmaster. Korbannya kali ini adalah GM Igor Miladinovic (2501) dari Serbia. Igor menyerah pada langkah 45 pertahanan Sicilia variasi Pelikan atau Sveshnikov.

Pertarungan kedua pecatur berjalan keras, terbuka dan penuh komplikasi. Model permainan seperti ini menjadi kesenangan Jodi. Sejak pembukaan Jodi yang pegang Putih sudah lebih baik posisinya, dan sejak langkah 25 keunggulannya semakin nyata. Unggul satu bidak pada langkah 26 dan unggul kualitas pada langkah 38. Jodi melancarkan korban Benteng yang indah 41.Bxh6. Tiga langkah kemudian ia merebut perwiranya kembali. Lalu pada langkah 45 (lihat diagram 2) Igor menyerah karena melihat bidak e5-nya bakal jatuh lagi atau dia akan kalah tiga bidak dalam permainan akhir Beteng Gajah vs Benteng Kuda yang praktis menang bakal kalah. Karena itu Igor yang mantan Juara Dunia Junior 1993 itu merebahkan Rajanya.

Selain Jodi satu lagi pecatur Indonesia yang menang adalah IM Aditya Bagus Arfan (2391). Pecatur berusia 19 tahun yang disponsori oleh PT United Traktors ini mengalahkan pecatur perempuan asal Kazakhstan FM Iren Lyutsinger (2308). Di sini Adit kembali membuktikan bahwa tidak ada masalah lagi dalam menghadapi pecatur perempuan yang bule sekalipun. Ia main penuh percaya diri, dan mulai unggul sejak membuat komplikasi di langkah 25 yang keliru diantisipasi oleh Iren. Bahkan sejak langkah 27 Adit terus mengancam skakmat sambil memetik bidak-bidak Iren satu persatu.

Posisi saat Iren menyerah karena teracam mati atau kehilangan materi banyak sekali.

Sementara IM Nayaka Budhidharma (2389) kembali menunjukkan ketahanan mental dan pemahaman teori permainan akhir yang baik dengan menahan remis GM Sandipan Chanda (2482 India) pada langkah 90 pertahanan Sicilia Sozin. Nayaka sebetulnya sempat unggul posisi setelah Sandipan mengorbankan Kudanya untuk ditukar dengan tiga bidak. Namun ketidakakuratannya dalam permainan tengah membuat ia harus bertahan total dalam permainan akhir ia memiliki Gajah dan Kuda serta tiga bidak melawan Sandipan yang memiliki Benteng dan enam bidak. Beruntung Sandipan tidak berani main komplikasi sehingga terjadi pengulangan langkah terus menerus dan remis disetujui pada langkah 90. Lihat diagram 4, posisi saat remis disepakati.

Setelah babak enam, poin yang direbut pecatur Indonesia adalah 4 poin bagi Jodi hasil 3 kali menang, 2 kali remis dan sekali kalah. Kemudian 3,5 poin bagi Adit dan Nayaka, di mana hasil Adit adalah 3 kali menang dan sekali remis, 2 kali kalah. Sementara Nayaka 2 kali menang dan 3 kali remis serta sekali kalah.

 

Video

x
x